tanya

Malu bertanya, bapak lu yang jawab.

Iklan

Dewasa itu bukan soal usia

Judulnya terlalu ekstrem, terlalu mendiskriminasi, terkesan menyalah.

Judul ini hanya sebuah ungkapan, yg harus diungkapkan supaya kalian paham, kalian mengerti, bahwa umur bukan satu2nya faktor kedewasaan. 

Bukan hanya anak kecil yg bisa nangis ketika punya keinginan tp tak terpenuhi. Anak gede juga bisa nangis untuk hal yg sama.

Bukan hanya anak kecil yg bisa mengungkapkan kekecewaan dengan cara ‘pundung’. Tp anak gede juga bisa ‘pundung’ bahkan lebih lama dari pada anak kecil. 

Hadapi saja. Degdegan pasti ada, namanya juga hidup. Semua pasti bisa diobrolkan, dirundingkan.

Bersambung…

teu lucu tapi hayang seuri

Ada ungkapan yg saya sudah lupa ungkapan itu. Tapi mungkin maknanya senada dengan dunia itu sempit. Sudah lama tak bertemu berjauhan jarak tp seperti tanpa ada kesengajaan bisa dipertemukan lagi. Teman masa kecil contohnya. 

Walaupu  belasan tahun lamanya tak bertemu tak saling sapa, jika sudah ketetapannya maka akan bertemu saling sapa juga.

Banyak hal yg sangat tak penting yg di bahas di forum online. Mereka telah banyak berubah tapi tidak dengan sifat kekanak2an nya.

ketika semua tak peduli

Teuing menunggu, duka teuing teu peduli.

Kumaha perkembangan? Diam saja. Cicing wae. Muhun cicing wae. Da meren so sibuk. Bisi ka catetkeun sibuk tp eweh hasil na. Ulah sampe Kitu atuh. Sebulan sakali meuni eweh Jol na. Sadar posisi sebagai apa. Mana prioritas mana yg bukan.